aku lihat orang, gedung dan hujan
kaku-beku tak berlagu
semilir angin mempercepat musim
ah, sekarang sudah memasuki summer
meninggalkan dingin yang putih
dan mati
jogjakarta, apa kabarmu?
kekekalan heningmu
kesenyapan soremu
daya tarik pikatmu selalu
pada sejarah dan masa lalu
di pematang sawah, kerbau, dan pohon tebu
aku ingat...aku ingat...
ketika mandi bersama-sama
di mbelik bermata air
seakan waktu tiada
sekarang waktu segera petang
meski di depan
kulihat 3 mahasiswi masih bergulat
dalam diskusi antah berantah
apakah benar
hidup hanya perulangan belaka
serta kebetulan
dan mekanistis
seperti jogjakarta
kembali dan selalu kembali
meski hanya di ingatan
sekilas, tak direncana
yang semoga abadi
No comments:
Post a Comment